Tingkat kelulusan ujian nasional untuk SMA/MA dan SMK di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tahun ini meningkat

SEMARANG, KOMPAS — Tingkat kelulusan ujian nasional untuk SMA/MA dan SMK di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tahun ini meningkat. Persentase kelulusan tertinggi, yaitu mencapai 99 persen, ada di Kabupaten Kudus. Hasil ujian nasional di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta diumumkan Sabtu (13/6).

Di DI Yogyakarta terjadi peningkatan tujuh persen dari tahun lalu, menjadi 95,1 persen. Peningkatan kelulusan tertinggi dicapai SMK, yaitu sekitar 10,41 persen. Tahun ini angka kelulusan mencapai 96,96 persen.
Data dari Dinas PendidikanKota Tegal menunjukkan, angka kelulusan siswa SMA/MA tahun ini 96,71 persen, meningkat 10,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka kelulusan siswa SMK mencapai 84,24 persen. Tahun lalu mencapai 84,22 persen.
Persentase ketidaklulusan ujian nasional SMA/MA dan SMK di Jawa Tengah turun 2,91 persen untuk SMA/MA dan turun 2,43 persen untuk SMK dibandingkan dengan tahun ajaran 2007-2008.
Di Salatiga, Provinsi Jawa Tengah, terjadi lonjakan tajam pada persentase kelulusan SMK, tahun sebelumnya 79 persen.
Pencapaian tertinggi di Kabupaten Kudus yang persentase kelulusan tahun ini mencapai 99 persen. ”Kami patut bersyukur karena tingkat kelulusan 2009 lebih baik dibandingkan 2008 dan di atas yang diprediksikan. Selain itu, jumlah peserta ujian nasional juga lebih banyak,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kudus Sudjatmiko, Sabtu.
”Keberhasilan ini menunjukkan peningkatan kompetensi siswa di Jateng,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jateng Kunto Nugroho, Sabtu di Semarang. Peningkatan kompetensi itu, tambahnya, terlihat dari menurunnya angka ketidaklulusan meski indeks kelulusan sudah dinaikkan dari 5,25 menjadi 5,50. Kunto mengatakan, keberhasilan ini juga karena kerja sama yang baik antarinstansi terkait. Jateng tidak masuk ke dalam 8 provinsi yang mengulang UN.
Penundaan kelulusan
Sementara itu, terjadi penundaan kelulusan di Rembang dan Tegal. Di Rembang, penundaan terjadi di sekolah kejuruan kompetensi khusus jurusan tata boga,
pertukangan, perikanan, dan kelautan, sedangkan di Tegal menimpa 114 siswa SMK Negeri 3 Kota Tegal dan 66 siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah Al Maarif Kota Tegal.
Penundaan ini akibat ada kesalahan teknis yang terjadi secara nasional. ”Hampir semua nilai teori produksi tidak keluar, hanya tanda strip. Sesuai instruksi dinas
pendidikan provinsi, kelulusan ditunda dulu, menunggu instruksi lagi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal Suryaningsih Budiastuti.
Dia berharap persoalan itu bisa segera selesai agar tidak menghambat siswa lulusan SMK yang akan mencari pekerjaan. ”Apalagi kalau ini bukan karena kesalahan
siswa , ” katanya. Sebagian siswa telah mendapat pekerjaan.
Seusai pengumuman, sebagian besar siswa di berbagai kota merayakan dengan corat-coret dan konvoi di jalan. Sebagian lain dilarang keluar sekolah. Tidak terjadi insiden dalam perayaan kelulusan itu. (TIM KOMPAS)
SB : cetak.kompas.com
Tapi
Semarang (ANTARA News) – Meningkatnya angka kelulusan siswa di Jawa Tengah pada tahun ini diduga karena soal ujian lebih mudah dibandingkan dengan soal tahun sebelumnya.
“Angka kelulusan tahun ini tak sepenuhnya menjadi indikator kualitas pendidikan yang membaik, meskipun standar nilai dinaikkan,” kata Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Thontowi Jauhari, di Semarang, Minggu.
Berdasarkan, pengamatan Komisi E DPRD Jateng di lapangan, katanya, sejumlah siswa dan guru mengakui soal UN tahun ini lebih mudah.
“Kisi-kisinya mungkin sejajar, tetapi mereka mengaku soal-soalnya lebih mudah,” ujarnya.
Bahkan, lanjut Thontowi, para siswa juga mengakui soal UN masih lebih mudah dibandingkan dengan “try out” yang biasanya digelar oleh masing-masing sekolah sebanyak dua kali sebelum menempuh UN.
Ia berharap, hasil UN yang bagus jangan hanya sekedar dijadikan alat pencitraan politis saja, sehingga menjadi indikator pendidikan berhasil.
Namun, dia juga mengakui, persiapan UN tahun ini lebih bagus.
Menurut dia, kualitas pendidikan yang tercapai saat ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
“Tidak bisa hanya diukur dari bobot soal dan persentase kelulusan yang meningkat saja, namun pelayanan pendidikan juga harus diperhatikan,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Disdik Jateng Kunto Nugroho mengatakan, pihaknya telah melakukan perbaikan dengan evaluasi pelaksanaan UN tahun sebelumnya.
“Sistem dan manajemennya juga kami perbaiki. Kami juga merespon masukan melalui SMS, diskusi, dan pemberitaan,” ujarnya.
Meskipun tahun ini pelaksanaan dan hasil UN lebih bagus, kata dia, evaluasi tetap akan dilakukan.
Sebelumnya, disebutkan persentase kelulusan siswa SMA, MA, SMK di Jateng tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu.
Dinas Pendidikan (Disdik) Jateng mengatakan, persentase kelulusan siswa SMA dan MA mencapai 95,55 persen dan SMK 94,36 persen.
Sementara jumlah siswa yang lulus dari 166.983 siswa SMA/MA di Jateng, sebanyak 159.552 siswa, sedangkan siswa tidak lulus sebanyak 7.431 siswa atau sekitar 4,45 persen.
Dengan rincian, siswa SMA yang tidak lulus 4,40 persen, sedangkan siswa MA 4,50 persen.
Hasil tersebut lebih baik dari tahun lalu, mengingat siswa yang tidak lulus mencapai 7,36 persen.
Sementara untuk SMK dari jumlah 130.146 siswa peserta UN, kelulusannya mencapai 94,36 persen atau sebanyak 122.806 siswa, sedangkan yang tidak lulus 7.340 siswa atau 5,64 persen.
Sedangkan tahun 2008, jumlah siswa SMK yang tidak luluas mencapai 8,07 persen.(*)
SB : www.antaranews.com

0 Response to "Tingkat kelulusan ujian nasional untuk SMA/MA dan SMK di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tahun ini meningkat"

Posting Komentar